8 Sep 2011

CERITA MUDA MARIO TEGUH

Oleh Mario Teguh
Saat itu saya terlalu muda dan hidup terlalu cepat untuk cukup menabung sebelum saya mengundurkan diri dari jabatan saya sebagai Vice President di Bank, dan tinggal di garasi kontrakan bersama Ibu Linna.

Kami hidup sangat sederhana.


Saya makan sarden hampir setiap hari, sampai badan saya licin dan berenangnya cepat sekali.

Dan Ibu Linna bertahan bersama saya selama masa yang tidak mudah itu.

Itu sebabnya kini dia menjadi PEMILIK SATU-SATUNYA dari semua yang saya capai.


PENDEKATAN ALA MARIO TEGUH
Saat itu kami baru dalam masa 2 bulan pendekatan.

Dan saya sibuk mencari akal untuk menguji keaslian cinta Ibu Linna kepada saya.

Suatu hari saya menemukan biji mahoni, yang sudah kesohor sangat pahit itu. Ibu Linna lama sekolah di Amerika, jadi tidak tahu mengenai hal itu.

Saya memberikannya kepada Ibu Linna. Saya bilang itu kwaci yang enak.

Ooh … neraka hampir meledak setelah dia merasakan pahitnya.

Saya dimarah-omeli sampai kering, tapi dia tetap mau menikahi saya.

He he … saya menang!      

BULAN MADU PAK MARIO TEGUH

Saat baru menikah
Pak Mario pernah bertengkar
dengan Ibu Linna?

Ooh ... aku tak kuasa mengingat
... masa penuh derita itu.

Begini,

Di masa-masa awal pernikahan,
saya yang beberapa tahun
lebih tua daripada Ibu Linna
harus berlaku lebih dewasa,
lebih banyak mengalah
(meskipun sebetulnya ya muarah banget),

tapi saya terlalu mencintainya
untuk kehilangan wanita
yang saya tahu juga mencintai saya.

Hadiahnya adalah kehidupan yang damai,
indah, dan sejahtera.

Biayanya, rambut saya habis.

MASA SD PAK MARIO TEGUH
Suatu siang, kelas 4 SD di Purwantoro, Malang.

Saya melihat sebutir pasir di atas papan meja, yang bergetar saat saya menaruh tangan.

Saya pukul meja itu pelan, pasir itu loncat sedikit, saya pukul agak keras, dia loncat lebih tinggi.

Lalu dengan giat dan agresif saya memukul-mukul meja itu dengan sangat keras, dan tertawa-tawa girang karena melihat pasir itu loncat-loncat.

Tiba-tiba telinga saya dijewer. Ibu guru berdiri di sebelah saya dengan wajah yang marah.

Yaah ... sesuatu banget ...

ROMANTISME ALA MARIO TEGUH

Ibu Linna lebih kecil tubuhnya
dan tidak sekuat saya,
tapi sejak dulu - saat kami pergi berbelanja
atau jalan-jalan di mall,
dia selalu memastikan bahwa saya
tidak menenteng belanjaan.

Jika belanjaan kami cukup banyak,
dia pastikan saya membawa tas belanja
yang terbuat dari bahan yang lebih baik.
Dia yang membawa tas yang plastik atau kresek.

Dia bilang,

Honey tidak boleh kelihatan membawa belanjaan seperti itu.

Honey khan Mario Teguh.

Hmm ... memang, wanitalah yang menjadikan pria.

AWAL MULA CINTA PAK MARIO TEGUH

Apakah dulu Ibu Linna yang mengejar Pak Mario?

Ooh … hati-hati!

Jangan memasukkan saya ke kandang harimau.

Ibu Linna adalah wanita yang sangat menyadari kelasnya, sehingga dia tidak mungkin menunjukkan tanda yang terlalu jelas bahwa dia dulu naksir saya.

Dia akan ‘beredar’ di sekitar saya, dengan aroma, wajah, tutur kata, senyum, dan gemulai yang anggun.

Lalu membiarkan saya tergila-gila mengejarnya.

Nah … setelah dia merasa pasti bahwa SAYA yang merasa naksir, dia baru menyerah.

Getow!

2 komentar:

Mari kita membaca dengan hati plus mata