24 Nov 2011

Media Pendidikan

  METODE PEMBELAJARAN ASYIK

oleh M. Feri al-Bageloka


Media secara etimologi adalah medium. Menurut Schram," teknologi penyampaian yang dapat digunakan untuk menyampaikan pesan materi instruksional".
Media dapat juga berarti segala bentuk saluran yang dapat menyampaikan pesan kepada subyek penerima pesan. Jadi menurut penulis media adalah suatu perantara untuk menyampaikan massage (pesan), stimulus kepada audience.
Material adalah sesuatu yang dapat digunakan untuk menyimpan pesan/informasi yang akan disampaikan pada audience, misalnya: kertas transparan. Equipment adalah perlengkapan/peralatan yang digunakan untuk menyampaikan materi kepada kepada audience. Atau bisa seperti ini, adalah peralatan yang dipakai untuk memudahkan dalam penyampaian pesan. Misalnya LCD Proyektor.
Media 2 D merupakan media yang berupa gambar titik-titik dan garis-garis hanya memiliki komposisi panjang dan lebar hanya untuk keterangan visual. Atau simpelnya, adalah media diam sehingga hanya dapat diterima melalui indra mata. menurut penulis Media 2D adalah dimensi kongkrit. Seperti karikatur, gambar dan grafik. Sedangkan Media 3D adalah media yang memiliki bentuk panjang, lebar, tinggi, volume dana dapat dirasakan bentuknya oleh indra peraba. Misalnya kubus, maket, benda buatan awetan. Atau media yang dapat diperhatikan dari berbagai sisi.

Media dalam sistem Pembelajaran
Dalam sistem pembelajaran media berada diantara pengkodean dan penafsiran kode. Sistem  dengan urutan kode-ide-penafsiran-mengerti. Jadi pemilihan media yang tepat dapat diharapkan terjadi penafsiran kode dengan tepat sehingga siswa menjadi mengerti. Dalam sistem pembelajaran media memiliki peranan yang sangat penting, menunjang tersampaikannya materi-materi pelajaran kepada peserta didik. Lebih tepatnya posisi media dalam sistem pembelajaran adalah perantara seorang guru untuk menyampaikan pesant kepadsa para siswa. Sudah tentu pesan itu menuju titik temu yaitu tujuan akhir. Misalnya berhitung penjumlahan terhadap angka yang bila dijumlahkan berubah nilainya. Maka untuk mengenalkan konsep berhitung penjumlahan ini diperlukan media semisal batang kayu yang berjumlah banyak. Maka dibutuhkan feedback (umpan balik) untuk mengetahui bahwa siswa mengerti. Apabila ini belum mengerti maka perlu digali ulang adakah gangguan dalam media sehingga ide tidak tersampaikan.
Posisi media dalam desain pembelajaran itu sangat urgen karena melalui media seorang guru bisa mendesain format mengajarnya untuk menyampaikan pesan kepada para siswa. Sudah tentu pesan itu menuju titik temu yaitu tujuan akhir.
Di dalam desain pembelajaran terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan. Seperti: kondisi (yaitu real di lapangan yang berisi tujuan pendidikan, karakteristik bid. studi karakteristik siswa, metode (yang meliputi strategi pengorganisasian pesan, penyampaian pesan dan strategi pengolahan pembelajaran. Dan hasil yang efektif, efesien dan mudah dimengerti.

Faktor yang harus dipertimbangkan ketika mengajar
  • Tujuan pembelajaran, terdapat dua yaitu tujuan umum dan tujuan khusus
  • Karakter peserta didik, secara umum ini terkait dengan model belajar, ketiga model itu, yakni: audio, visual dan kinestetis
  • Karakter bidang studi, yang harus dilihat yakni Afektif, kognitif dan psikomotorik
  • Sisi kelebihan dan sisi kekurangan media
Mislanya siswa diharapkan mengenal tatacara shalat (kognitif) ternyata karakter peserta didik adalah visual. Maka dibutuhkan media visual untuk mengajarkannya. Namun perlu dilihat adakah kendala dalam menerapkan media tersebut, atau ketersediaannya.

Dasar-dasar Media
Buatlah model pembelajaran yang berbasis kedermawanan artinya banyaklah memberi ilmu pengetahuan dengan memperbanyak membaca buku. Selain itu, kesan pertama pada peserta didik itu juga penting.
Pembelajaran adalah upaya membelajarkan peserta didik melalui penataan faktor eksternal agar terjadi proses belajar (internal) untuk mencapai hasil belajar.
Bagannya seperti ini: Membelajarkan->faktor eksternal. kemudian faktor internal -> belajar (proses merubah diri menjadi lebih baik bahkan menjadi yang terbaik. Dalam belajar kita mengenal teori Bloom yang mana teori ini menjadikan belajar dalam tiga hal yakni;
  1. kognitif merupakan proses penanaman ilmu pengetahuan kepada peserta didik agar lebih pandai
  2. Afektif merupakan proses diolah, dihayati dan diamalkan oleh peserta didik
  3. Psikomotorik adalah keterampilan belajar.
Fungsi guru adalah sebagai pembawa pesan (informasi) kepada siswa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mari kita membaca dengan hati plus mata