19 Mei 2013

Metode Pembelajaran yang Dikembangkan oleh K.H. Abdullah Syafi’i

Oleh MuFe El-Bageloka

Firman Allah “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah (Perkataan yang tegas dan benar) dan pengajaran yang baik dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengatahui siapa yang mendapat petunjuk, (QS. An-Nahl: 125),

Berikut inilah tafsiran K.H. Abdullah Syafi’I tentang surat An-Nahl menurut perspektif Pendidikan;
•    Metode talqin (Tutor sebaya), caranya metode cara bekerja dimulai dengan memperdengarkan bacaan suatu teks secara berulang-ulang atau diberi pemahaman setelah itu apabila ada salah satu peserta didik yang sudah lebih mahir maka dia diberi kesempatan untuk mengajarkan teman-temannya.
•    Metode diskusi, cara penerapannya; dimulai dengan menjelaskan tujuan pengajaran, permasalahan yang harus dipecahkan, bahan-bahan bacaan yang tersedia. Metode ini berfungsi menemukan kesimpulan berupa konsep, teoru, wawasan dan lain sebagainya diberbagai bidang. Cuma yang dilarang dalam metode ini adalah membahas zat Allah swt.
•    Metode penugasan (Muraja’ah part II), metode ini berfungsi untuk mengulang kembali mata pelajaran yang telah diberikan sebelumnya untuk diulang kembali pada pertemuan berikutnya.
•    Metode pemagangan, adalah mempraktikkan keahliannya di masyarakat sesuai bidangnya ataupun di Instansi tertentu.
•    Metode pengulangan adalah metode mengulang kembali mata pelajaran untuk meningkatkan pemahaman siswa itu pada mata pelajaran yang ditekuni atau ditempuh.
•    Metode bimbingan dan teladan, yakni dengan member teladan dan bimbingan pada peserta didik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mari kita membaca dengan hati plus mata