15 Mei 2013

Pengertian Metode Pembelajaran Tradisional di Pondok Pesantren, part II

Oleh MuFe El-Bageloka
 
•    Metode sorongan merupakan suatu metode yang ditempuh dengan cara menyampaikan pelajaran kepada santri secara individual. Sasaran metode ini adalah sekompok santri pada tingkat rendah yaitu mereka yang baru menguasai pembacaan Al-Quran. Kelebihan metode ini perkembangan intelektual santri bisa ditangkap secara utuh.

•    Metode wetonan (bandongan) adalah suatu metode pengajaran dengan cara guru membaca, menerjemahkan, menerangkan dan mengulas buku-buku Islam dalam bahasa Arab sedangkan para santrinya memperhatikan. Dan penerapan ini mengakibatkan para santri bersikap pasif dan tidak kritis. Wetonan dalam prakteknya selalu berorientasi pada pemompaan materi tanpa control yang tegas. Dan metode ini merupakan adaptasi dari metode pengajaran agama yang berlangsung di Timur Tengah, terumah di Mekkah dan al-Azhar, Mesir.
•    Metode sorongan dan wetonan sama-sama memiliki ciri pemahaman yang sangat kuat pada pemahaman tekstual atau literal. Bersamaan dengan metode ini berkembang pula tradisi hafalan. Kelebihan metode ini antara lain; Pertama, memiliki efektivitas dan signifikasi yang tinggi dalam mencapai hasil belajar. Sebab metode ini memungkinkan para ustadz mengawasi, menilai dan membimbing secara maksimal kemampuan santri menguasai materi. Kedua, terletak pada pencapaian kuantitas dan percepatan kajian kitab, selain itu juga santri dan kyai memiliki hubungan yang sangat dekat.
•    Metode ceramah. Ini tanpa kitab dan keistimewaannya bisa menjangkau santri dalam jumlah besar. Metode ceramah adalah suatu metode yang mana guru menerangkan atau menjelaskan materinya secara detail.
•    Metode munaharah adalah suatu kegiatan berlatih bercakap-cakap dengan bahasa Arab yang diwajibkan pesantren kepada para santri yang tinggal di pondok.
•    Metode Mudzakarah, adalah suatu pertemuan ilmiah yang secara spesifik membahas masalah diniyah seperti akidah, ibadah dan masalah agama pada umumnya. Mereka diajak berfikir ilmiah berdasarkan pada Al-Quran dan Sunnah. Materi yang dibahas terkadang selalu aktual.
•    Majelis Ta’lim, adalah metode yang menyampaikan materi di tempat terbuka dan umum.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Mari kita membaca dengan hati plus mata