12 Apr 2014

IDENTIFIKASI MASALAH PENDIDIKAN ISLAM


Ini khusus untuk identifikasi masalah Pendidikan Islam
PAI
                                                                                                Sistem Modern
                                                      Apa?                           Isi              70% (umum)
                                                                                                            30% (agama)
Instrusional```              Sistem Tradisional
                                                70% (agama)
                                                                                                            30% (umum)

            ijasah              Dikelola Pemerintah             dikelola Swasta          Ijazah
                                    Negeri                                     Swasta (penuh)
            PNS                                        Madrasah        Pesantren                  tidak bisa PNS
Swasta                 PT
                                                                        Sistem Tradisional
                                    Sistem Modern

A.    ASUMSI DAN PERTANYAAN
1.      Asumsi      :
Pendidikan Islam sebagau proses alih nilai (transfer of value) yang dikembangkan dalam rangka perubahan perilaku
Soal           :
Model pendekatan apa yang paling tepat digunakan secara efektif?
Catatan      :
a.       Hakikat PI: Merupakan upaya menjadikan manusia masa depan yang ideal, yakni manusia sempurna dalam dimensi religiusnya.
b.      Makna PI: merupakan suatu proses pengkondisian agar anak menjadi lebih mengetahui, memahami, mengimani dan mengamalkan agamanya sebagai ajaran dan pandangan hidup.
c.       Manusia masa depan, berarti tidak saja komitmen terhadap ajaran agama, tapi juga mampu mengoperasionalkan dalam kehidupan sosial (misi kekhalifahan).
2.      Asumsi      :
PI merupakan suatu proses penyiapan dan menghantarkan anak agar mampu mengantisipasi permasalahan hidupnya. PI memiliki makna pemecahan masalah kehidupan secara proposional.
Soal          :
Apakah cukup relevan PI dengan tuntutan seperti itu?
Catatan:
a.       Bagaimana persoalan substansi atau materi PI saat ini?
b.      Bagaimana substansi/materi tersebut dirumuskan?
3.      Fokus Masalah:
a.       Terminologi proses pengkondisian
b.      Perubahan yang menumbuhkan kesadaran intern
c.       Pemecahan masalah kehidupan
B.     DIAGNOSIS SISTEM PENDIDIKAN ISLAM
1.      Tradisi kependidikan: Pesantren, Madrasah, sekolah Islam, PTI, Majlis Ta’lim, dst
2.      Pokok Permasalahan
a.       Aspek Pendekatan
1)      Agama dipelajari secara rasional teoritik (lebih sebagai ilmu daripada tuntunan).
2)      Ilmu agama mengalami stagnasi, baiks ecara kualitatif maupun kuantitatif.
3)      Islam masih dipandang secara dikotomik/sekularistik
4)      Trategi pengembangan PI kurang berorientasi pemecahan problem masa depan.
b.      Aspek Perangkat Lunak:
1)      Tujuan pendidikan; rumusannya lebih bersifat umum, kurang terinci sehingga sulit dievaluasi
2)      Lembaga pendidikan Islam; banyak mwngalami “krisis kepemimpinan”
c.       .
d.      Masalah Dikhotomi
1)      Terminologi masalah hubungan antara ilmu dan agama
2)      Kesenjangan hasil interpretasi ayat-ayat Kauniyah dan Qauliyah
3)      Hasil interpretasi
a.)    Ayat Kauniyah: Fisika, Kimia, Astronomi, Biologi, Kedokteran, antropologi dsb.
b.)    Ayat Qauliyah: Pemahaman agama secara aktual
4)      Kesadaran akan keterbatasan interpretasi manusia
5)      Ilmu bukan satu-satunya sumber kebenaran maupun jalan pemecahan bagi problem kehidupan manusia.


MASALAH PARADIGMA PENDIDIKAN ISLAM

A.    Kerangka Dasar Masalah
1.      Karakteristik dasar pemikiran Islam mengenai PI cenderung bersifat: organik, sistematik dan fungsional dengan akar paradigma mengavu pada Al-Qur’an, Hadist dan Sejarah Islam.
a.       Secara organik PI tidak bisa dikembangkan dengan dasar acuan diluar tiga hal tersebut.
b.      Secara sistematik pemahaman masalah PI tidak bisa parsial
c.       Secara fungsional masalah PI dalam kerangka sistem kehidupan umat dan dakwah Islam.
B.      Masalah Dikotomi
1.      Dakwah Islam yang tidak bisa menyajikan Islam secara kaffah menyebabkan sistem PI dikotomik.
2.      PI yang dikotomik akan melahirkan sistem pendidikan umat sekularistik, rasionalistik-empiristik, intuitif dan materialistik
3.      Kronologis:
a.       Gagal merumuskan konsep Tauhid dan ber-Tauhid.
C.     Merumuskan hakikat dan tujuan PI
1.      Konsep lama (di dunia Islam): Tarbiyah lebih menekankan segi fisik dan material serta berwatak kuantitatif
2.      Naquib a-Attas: tarbiya diubah menjadi Ta’dib karena mencakupi dimensi ilmu dan amal sekaligus
3.      Pendapat lain
4.      Ali Asyraf dan Hasan Bilgrami) : konsep ta’dib lebih bermakana penghormatan dan respek kepada yang lebih senior ( perhatikan isi ta’lim muta’alim)
D.    Konfrensi Pi ke-1 di jeddah (1977)
PI bertujuan untuk menciptakan kepribadian manusia secara total dan memenuhi pertumbuhan dalam segala aspek yang didambakan Islam (yakni insan betaqwa)
E.     Konsep al-Attas dalam implementasinya sangat tergantung pada konsep dasar dan taksonomi ilmu.
F.      Masalah: bagaimana dari Tauhid dirimuskan hakikat dan tujuan PI?
G.    Konsep al-Qur’an: Model pendidikan Luqman (Q.S. 31:1-4)
                                                                                   

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Mari kita membaca dengan hati plus mata