31 Mei 2014

Cakrawala Ilmu dalam Al-Quran

Oleh MuFe El-Bageloka

A. Pendahuluan
Allah maha berilmu, seperti firman Allah "Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan lautan (sebagai tinta), ditambahkan kepadanya tujuh lautan lagi setelah keringnya, niscaya tidak akan habis-habisnya ditulis kalimat-kalimat Allah. Sesungguhnya Allah maha perkasa lagi maha bijaksana (Luqman [31]: 27).

Asbabun Nuzul ayat 27
Ikrimah r.a memaparkan bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan kaum Ahli Kitab yang dinasehati Rasulullah SAW "Kau anggap bahwa kami tidak diberi ilmu kecuali sedikit. Padahal kami telah diberi Taurat, adalah hikmah dan juga memuat penjelasan segala sesuatu. Siapa yang diberi Taurat berarti ia telah diberi kebaikan yang banyak" (HR. Ibnu Jarir. Lihat Ibnu Katsir: 4/202 dan Qurthubi: 7/533).
Hadist itu adalah wahyu, ini dikarenakan;
a.Tidak mungkin Nabi SAW mengetahui tanpa wahyu dari Allah SAW.
b. Isinya ijtihad Nabi SAW, bisa salah tapi langsung dapat teguran dari Allah SWT. (QS. An-Najm: 2-3).

Wahyu adalah ilmu yang bersifat kebenaran mutlak, cuma dalam memahaminya relative. Nilai-nilai yang diajarkan dalam ilmu-ilmu kewahyuan tidak dapat dilaksanakan dalam kehidupan nyata tanpa bantuan ilmu-ilmu kealaman. Sebaliknya ilmu kealaman tanpa bimbingan ilmu kewahyuan akan kehilangan nilai-nilai yang dapat menyebabkan produk-produk ilmu-ilmu yang merugikan manusia itu sendiri.

B. Relasi Iman dan Ilmu
Dalam memantapkan  keimanan kepada Allah SWT, al-Quran mengajarkan tiga metode;

  1. Mengemukakan beberapa fenomena alam semesta yang menantang manusia untuk mengakui keberadaan dan kuasa-Nya.
  2. Memberikan perumpamaan
  3. Mengisahkan beberapa kesalahan tokoh dan umat masa lampau, baik yang menjadi penganut tauhid maupun para penentang.
Andaikata semua ajaran Islam bersifat terperinci, maka ajaran Islam akan cepat kadaluarsa, tidak dapat mengikuti perkembangan zaman. Perbedaan ajaran para Nabi dan Rasul dari masa ke masa hanyalah aspek syari'ah bukan aspek aqidah dan informasi tentang alam semesta. Ciri khusus agama Islam, antara lain;
  1. Bayan Tafsir adalah menjelaskan al-Quran secara umum, mujmal dan mustarak.
  2. Bayan Taqriri adalah memperkuat teks al-Quran
  3. Bayan Taudhidi, menjelaskan maksud dan tujuan ayat.
Aspek muamalah dalam syariat Islam sebagai besar bersifat dinamis, artinya selalu terbuka menerima perubahan. Islam hanya memberikan prinsip-prinsip dasarnya saja. Sedangkan pengembangannya diserahkan kepada mayoritas umat manusia di setiap waktu dan tempat. Agar seimbang dunia dan akhirat menurut Fatih Yakan;
  • Menetapkan tujuan hidup
  • Nilai dunia dibandingkan dengan nilai akhirat
  • Hakikat Islam
  • Hakikat Jahiliyah
Memahami hakikat Islam artinya memperdalam pengetahuan tentang pokok ajaran Islam dan syariat-syariatnya

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Mari kita membaca dengan hati plus mata