16 Jun 2014

Kumpulan Puisi sentil ala MuFe El-Bageloka


Oleh MuFe El-Bageloka

Mentari Tersenyum Lebar

Kulihat mentari bersinar di ufuk timur
Menyapa tersenyum lebar
Semangatku berkoar-koar


Aku pergi ke lautan subuh
Menyendiri, merasakan hening bersih
Berfikir merenungi hari-hari terarah
Ku tak mau kalah
Menikmati suasana hangat merasa
Semuanya kulukis dalam angan-angan indah
Menikmati dunia nan megah
Tak peduli walau semuanya tak ramah
Tak peduli walau semuanya marah
Bersumpah serapah
Akan kutindih meski harus berlari
Aku tak peduli

Malang, 1 Juni 2014. Masjid Al-Maun, 20.01 WIB





Bersedih Gembira

Kuberada dalam bayang-bayang semu
Menapaki langkah tak berujung
Menggapai sebuah makna hidup
Hidup berarti, hidup berhakikat

Kuberjalan tiada henti
Meski ajal menanti menari-nari
Ku tak peduli
Biarkan aku bersedih ria
Tertawa gembira
Merenung segala liku-liku cerita
Yang kualami dalam masa

Kuberharap dalam asah
Ku tak mau hidup tanpa makna
Hinggap di lumpur basah
Becek
Kotor

Malang, 4 Juni 2014. Masjid Al-Maun. 05.53 WIB


Semak Belukar

Lagu dolanan itu
Mengingatkanku tempo dulu
Belajar, bersenang dan bergurau
Semuanya bersatu dalam irama syahdu
Menggema nada-nada gembira dan sendu
Tak terelakkan rasa rindu menggebu
Bila waktuku tiba
Ku kan  datang meyapa
Kuingin tertawa bahagia
Tak peduli nasehat-nasehat gila
Ataupun hina cela mereka
Aku tak peduli
Karena otakku sudah berfikir kikir
Ku tak mau sukar
Bahkan tertukar
Aku ingin keluar
Menikmati indahnya semak belukar

Malang, 4 Juni 2014. Masjid Al-Maun, 22. 37 WIB



Selirku

Kuingin kau jadi selirku
Menikmati harta-harta haram
Kita makan habis bersama
Dalam dosa durhaka
Dalam cinta dan duka
Dalam sendu dan tawa

Kubersembunyi di waktu gelap
Menghindari suara-suara kalap
Berlari hingga orang tak tanggap
Tak menganggap bahkan tak dianggap

Dosaku bisa aku sembunyikan
Tak ada yang tahu
Tak ada yang melihat
Kecuali Tuhan Yang Maha Esa
Malang, 5 Juni 2014. Masjid Al-Maun 05. 21 WIB


Anak Terlantar

Aku bagaikan anak terlantar
Tidur beralas kertas koran
Merenungi sisa-sisa yang ada
Semuanya terekam nyata
Dalam benak balutan cerita
Kala hujan datang bahagia
Aku berlari mencari tempat berteduh
Beristirahat dari bau penatku
Adakah yang peduli padaku

Aku tersiksa
Mereka mengusir mencela
Aku tersenyum terpaksa
Supaya mereka merasa

Aku selalu bersedih
Meratapi liku-liku jalan
Tak berujung, tak berpangkal
Pusing

Malang, 10 Juni 2014 

DI Rumah Susun Mahasiswa (RUSUNAWA)
Universitas Muhammadiyah Malang. 12. 00 WIB 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Mari kita membaca dengan hati plus mata