4 Jun 2014

Perbedaan TENGGELAMNYA KAPAL VAN DER WIJCK dengan MAGDALENA; STUDI ANALISIS NOVEL

Oleh MuFe El-Bageloka

Antara novel Magdalena karya Mustafa Luthfi El-Manfaluthi dengan novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya Buya HAMKA merupakan dua karya sastra yang memiliki alur cerita dan gaya bahasa yang sama. Yakni cerita tentang percintaan dengan alur cerita maju. Sedangkan gaya bahasanyanya cenderung mendayu-dayu. Hal ini, dikarenakan kedua sastrawan terpengaruh dengan syair-syair sejak zaman permulaan.Gaya bersyair yang lebih mementingkan keindahan bahasa itu terus terbawa hingga dikenal dengan istilah prosa.

Perlu dicermati di sini, yakni amanat yang disampaikan dari kedua novel ini. Kedua novel ini sama-sama memuat tentang tragedi cinta sepasang kekasih yang salah satunya merantau untuk sebuah pelarian. Cuma yang menjadi pembedanya adalah
  • Novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck; lebih menonjolkan budaya ketimuran, khususnya budaya Indonesia yang dibaluti dengan pesan moral yang bersumber dari al-Quran dan Hadist. 
  • Novel Magdalena; Cenderung terbawa budaya Barat dan murni tentang percintaan saja.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Mari kita membaca dengan hati plus mata