15 Okt 2014

Pendidikan Remaja dalam Perspektif Islam dan Psikologi

Oleh MuFe El-Bageloka
Tubuh adalah media untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan besar, dan merupakan alat untuk menunaikan seluruh pekerjaan-pekerjaan besar dan merupakan alat untuk menunaikan seluruh taklif (tugas) yang dibebankan oleh syariat.
Pertumbuhan badan remaja dipengaruhi oleh kualitas dan kuantitas makanannya vitamin diperlukan dan sebagian vital yang berlangsung di dalam tubuh yang sehat, kekurangan vitamin membuat tubuh mengalami gejala penyakit. Suplei makanan alaminya adalah lewat makanan sempurna yang mengandung zat lemak, gula, tepung, putih telur, garam, mineral, vitamin dan seterusnya. Syarat-syarat mesti terpenuhi pada makanan yang sempurna;Pertama, makanan tersebut mengandung seluruh komponen gizi yang asasi. Kedua, mengandung seluruh jenis vitamin yang diperlukan untuk pertumbuhan tubuh yang melindunginya dari penyakit. Ketiga,seyogianya kuantitas makanan sesuai dengan pekerjaan yang dilakukan oleh manusia. Keempat,bersih, tidak terkontaminasi oleh bakteri.
Allah SWT berfirman "Dan dari air itu Kami jadikan segala sesuatu yang hidup" (QS. al-Anbiyah: 31), air memainkan peran yang signifikan dalam menciptakan keseimbangan antara suhu tubuh dengan suhu udara. Akal adalah alat untuk memahami, membaca dan menyimpulkan. Ibarat seperti sebuah pisau. Coba lihat QS. AL-BAQARAH: 164., Artinya akal adalah alat pemahaman. QS An-Naml ayat 66.
Pemahaman ada dua pengertian;
  • Indrawi; Apa yang kita lihat di depan mata
  • Maknawi; menangkap sesuatu dengan media bashirah, yakni akal, hati atau kedua-duanya.
Berfikir adalah kita menggunakan akal dalam ilmu untuk mendapatkan pengetahuan yang belum diketahui operasi yang dilakukan oleh akal. Akal adalah cara kita berfikir dengan ada tujuan, ini boleh samar atau boleh juga jelas. Tahapan dalam berfikir;
  1. Merasa ada masalah
  2. Menentukan objek berfikir
  3. Menentukan hipotesis yang relevan
  4. Memilah hipotesis
Dan ketika pemikir membuat hipotesis suatu masalah, biasanya dia menganilisisnya berdasarkan data-data yang dia miliki untuk meyakinkan kelayakannya sebagai solusi masalah, terkadang ada yang sesuai dan ada yang tidak, ini akan terus dilakukan sampai ia dapat hipotesis yang valid.
Fase remaja adalah fase kelahiran kembali pemahaman akal. Artinya, pemahaman kala muncul dalam bentuk baru yang tidak dikenal sebelumnya. Hal ini diperkuat dengan fakta pembebanan (taklif) dengan hukum-hukum syariat dan ibadah dalam Islam. Salah satu bukti yang memperkuat remaja untuk berfikir mandiri yakni dalam hal mendapatkan hidayah.
Ciri kematangan akal pada fase ini kemampuan untuk memahami nilai-nilai akhlak dan konsep-konsep abastrak serta kemampuan untuk berfikir logis, kreatif dan realistis untuk memecahkan masalah-masalah yang kompleks. Daya tangkap remaja juga meningkat. Distorsi= pemutar balikan makna
"Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati agar kamu bersyukur. (QS. AN-NAHL: 178)
Pemahaman adalah perasaan setelah ke dalam suatu makna atau suatu proses akal yang menjadi sarana kita untuk mengetahui realitas melalui sentuhan panca indra. Pemahaman merupakan sarana manusia untuk berkomunikasi dan berkenalan dengan lingkungannya.
Pendidikan Remaja dalam Islam; muat di blog
Ilmu sangat bertumpu kepada ingatan, maka untuk itu harus rajin-rajin membaca kembali (mengulang bacaannya).
Berfikir, pengertiannya antara lain;
•    _Adalah aktivitas yang dilakukan oleh seseorang untuk memecahkan masalah dari yang paling berat hingga yang paling rendah.
•    _Adalah Proses pengambilan informasi yang ditemukan dan yang diingat agar tersusun rapi untuk sebuah tujuan.
•    _Adalah ciri khas yang menjadi keistimewaan bagi manusia aktivitas akal dapat dilatih diarahkan kearah tertentu.

Fase-fase berfikir remaja;
•    Fase pengakuan dan pemahaman masalah, yakni proses pengumpulan informasi dan pengakuan keberadaannya
•    Fase permunculan ide-ide dan pembuatan hipotesis, ini mencari solusi alternative dan memerlukan semacam pemikiran progresif dan kreatif. Ini sudah terbuka, baik yang samar ataupun yang tampak
•    Fase pengambilan keputudan dengan asumsi yang tepat.
•    Fase pemilihan dan evaluasi hipotesis, biasanya telah disaring dan pilih

Al-Quran tidak perlu memberi detail mengenai kosakata dan istilah-istilah ilmu alam. Cukuplah bagi al-Quran untuk memberi isyarat kepadanya untuk menunjukkannya dan memberikan fakta-fakta. Adapun detail-detailnya kembali pada manusia sebagai mahluk yang berfikir. Al-Quran menggaris prinsip-prinsip penelitian pemikiran yang benar, serta menunjukkannya kepada dasar-dasar ilmu alam. Al-Quran menjadikan pengembangan pikiran sebagai tujuan umum yang mencakup di dalam ilmu-ilmu diantaranya ilmu teoritis dan ilmu empiris (QS. Al-Kahfi; 65-82), berbicara tentang emosi, ilmu, kesabaran dan rasa sombong.
Emosi remaja; emosi ujub, ghurur, takabbur, ketololan, kemudaan, takut dan emosi harapan. Emosi adalah reaksi terhadap sesuatu dengan rasa senang dan sedih, luapan rasa. Ghurur adalah kecenderungan jiwa kepada sesuatu yang disenanginya oleh hawa nafsu yang disebabkan oleh syubhat dan tipu daya syaitan. Ghurur adalah penyakit yang mematikan karena mengandung sikap congkak, condong kepada benda-benda materi dari kehidupan, kelezatan-kelezatan dunia dan hal-hal yang disenangi nafsu.
Perbedaan raja’ (harapan) dan ittikal (pasrah dengan dosa), sikap yang kedua ini adalah salah satu tanda ghurur. Istilahnya ghurur dalam perilaku, antara lain; harta, kesehatan dan kecantikan.  Ingat Allah itu indah dan menyukai keindahan. Kesombongan itu menolak kebenaran dan meremehkan manusia (HR. Muslim), tidak adaptif, egois, masa bodoh.
Pendidikan sosial dalam al-Quran meliputi pembinaan dan pembentukan individu yang berakhlak tinggi, agar dia menjadi pembuka kebaikan dan penutup kejahatan pada setiap waktu, menyucikan jiwa remaja dari semua akhlak rendah, memperbuat di dalam dirinya faktor-faktor pendorong amal shaleh. Hal itu tidak akan terealisasi tanpa pengembangan, pemahaman akhlak dan perilaku sosial, agar terbuka baginya kesempatan untuk mengetahui hikmah, prinsip akhlak dan agar dia bisa membedakan antara perilaku yang baik dan perilaku yang jahat.
Faktor yang berpengaruh dalam pertumbuhan sosial pada fase remaja;
•    Keluarga
•    Guru Muslim
•    Ibadah-ibadah fardhu
Menurut psikolog, faktor yang berpengaruh dalam pertumbuhan sosial remaja, antara lain;
•    Pengaruh sosial
•    Tingkat ekonomi
Karakteristik perilaku sosial remaja;
•    Setia pada teman sebaya
•    Keinginan menegaskan jati diri
•    Keinginan untuk melawan otoritas
Dalam sosial remaja biasanya;
•    Remaja cenderung mengkiritk dan ingin memperbaiki
•    Keinginan untuk membantu orang lain
•    Memilih teman
•    Cenderung untuk memimpin
Jenis-jenis pemimpin;
•    Kepemimpinan sosial
•    Kepemimpinan intelektual
•    Kepemimpinan olahraga
Pemimpin intelektual adalah akademis. Kepribadian adalah kumpulan aktivis yang dapat diungkap dengan melakukan penelitian nyata dalam tempo yang panjang yang mengizinkan untuk menyediakan materi yang jadi tumpuan. Kepribadian adalah integritas mental dan sosial bagi perilaku manusia kebiasaan-kebiasaan perbuatan, perasaan, orientasi dan pikiran mengungkapkan integritas ini. Kepribadian adalah gabungan dari watak, kecenderungan, birahi, insting, biologis demikian pula kecenderungan dan orientasi yang diperoleh lewat pengalaman. Kepribadian ditentukan oleh genetika dan lingkungan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Mari kita membaca dengan hati plus mata