29 Mar 2015

Kelas 7B; Kisah Inspiratif dari Anak-Anak MBS Yogyakarta

Pendahuluan
Tulisan ini saya persembahkan pada anak-anak yang kreatif

Tukimin Suryem Johan Kristian
Cita-cita; Mewujudkan Masyarakat Islam yang Sebenarnya
Ceritanya; Di suatu zaman, di suatu saat, di suatu ketika, di suatu tahun. Di suatu Negara, di suatu benua, di suatu waktu, di suatu galaxy, di suatu desa, di suatu rumah, di suatu planet, di suatu kelas, di suatu tempat AKU TIDUR

Azam
Ceritanya; waktu Arhab mandi, sehingga tidak bisa membetulkannya. Tara pun membetulkannya habis itu Arhab pun debat dengan Hanif sampai selesai Arhab pun menangis,

Rofi Nur Rohma
Saya di MBS selalu mengingat orang tusa saya, karena jauh dari orang Tua, sedangkan MBS di Jawa dan Orang tusa saya di Kalimantan. Saya di kelas 7B sangat senang karena teman-teman saya senang bercanda.

Aziz Luthfi Abidin
Saya mempunyai kenang-kenangan yang sangat membekas dalam hati, yaitu saya selalu dimarahi dan dikritik. Saya di kamar mandi  sekolah, saya sedangkan menunggu antrian kamar mandi. Waktu itu, saya sedang menunggu antrian. Tiba-tiba saya didatangi oleh Mudabbir saya dan berkata; kenapa kamu selau ke kamar mandi sekolah” lalu saya menjawab “yo terserah saya” Malamnya saya dipanggil dan dihukum karena saya selalu ke kamar mandi sekolah. Padahal apa salahnya orang ke kamar mandi, Allah kan tidak melarang kita ke kamar mandi. Itulah anehnya MUDABBIR saya. Cuma ke kamar mandi saja tidak boleh, padahal MUDABBIR selalu jalan-jalan ke kelas kok tidak dihukum.

Faruq Mertaoho
Ceritanya; pada awal KBM di MBS saya masih belum kenal dengan semua teman sekelas, mungkin hanya beberapa yang sudah saya kenal seperti teman sekamar. Guru yang pertama memasuki kelas adalah Ust. Yudha. Saat itu, keadaan kelas belum sempurna karena meja dan kursinya belum lengkap, papan tulisnya pun sudah agak rusak, kami di kelas mulai berkenalan satu persatu. Setelah selesai perkenalan. Kami langsung pulang ke ASRAMA.

M. Izzul Islam
Ceritanya; aku tinggal di asrama Ahmad Dahlan lantai tiga. Sesudah makan aku segera mencuci piring, tepatnya di lantai empat. Saat itu, saya mencuci piring dengan cepat karena hari sudah siang. Sesudah saya mencuci piring, saya turun dari lantai empat ke lantai tiga dengan lari karena saat itu hampir terlambat. Saat di pertengahan tangga saya jatuh dan piring saya hampir pecah dan pantatnya saya sakit.

Bisri Alwi
Ceritanya; pada tanggal 12 Agustus 2014 ada kegiatan outbond dari IPM. Waktu itu, kelompokku berjumlah sepuluh orang. Semuanya berkumpul di depan pondok dan di suruh membuat yel-yel masing kelompok. Kelompok kita berangkat terakhir karena mempersembahkannya terakhir. Kami berangkat jam 08.00 dan selesai pukul 14.00.

Thoriz T
Ceritanya; pada suatu malam, saya pergi ke Masjid untuk belajar. Namun saat saya turun dari masjid, ketika hendak pulang, sandal saya hilang!!!! Terpaksa saya membeli sandal baru. Namun saat saya pergi shalat subuh dan hendak kembali ke ASRAMA, sandal saya pun hilang. Setelah itu, saya beli sandal lagi. Saat siang hari, dan hal yang tak terduga pun terjadi saat saya berangkat shalat Maghrib, saya melihat sandal saya di Landegan, dan saya ambil sandalku kemudian saya kembali ke asrama, entah karena apa sandal saya hilang lagi.

Matahari Rizal Fikri
Ceritanya; kini aku sendiri, sendiri kudiam, diam  merenung dalam kehidupan sekarang. Ku ada di sini, MBS Yogya. Tempatnya mewah bin megah, yakni mepet sawah. Aku datang di sini dengna niat. Niatku berwudhu, lalu kushalat, shalat di Masjid At-Tanwir. Saat itu, Pak Muadzin lagi adzan dhuhur. Aku lihat pat Imam ganteng.

Marie Muhammad Rizal
Ceritanya; saat sebelum masuk waktu shalat ashar. Saya bersama temanku jalan-jalan ke gedung sekolah. Saya ada perlu untuk ngambil bak di kamar mandi. Sebelum masuk saya melihat santriwati lagi nongkrong di kelas baru, saya ditanya; “angkatan berapa?” saya menjawab “Angkatan 7” mereka tanya namaku, tapi aku tidak bisa menjawab pakai bahasa isyarat ya udah aku tulis pakai kertas terus aku mengambil batu dan kubungkus terus aku lempar kea rah kelas baru santriwati. Setelah lama kemudian surat itu ditemukan kakak IPM. Terjadilah kasus surat menyurat pertama angkatan tujuh. Setelah ada kasus itu saya tidak pernah mengulangnya lagi.

Harut Syaiturrahman
Suatu hari aku diajak dua temanku, yakni Thariq dan Adhi. Tiba-tiba tangan Thariq masuk bajuku dan sampai ke celanaku dan mencirik celana dalamku sampai punggung dan pantatku menjadi merah.

Muhammad Najib Humamur Khaq
Ceritanya; pada waktu itu, saya dan kelompok ABBAS ke pasar lalu saat di pasar, saya dikejar anjing. Kami pun lari dengan sangat kencang dan akhirnya anjing itu tidak mengejar kami lagi.

Muhammad Dzaky Amien
Ceritanya; Di MBS pertama kali saat masuk kelas. Saya salah masuk kelas, karena saat itu saya belum  tahu kalau saya masuk kelas. Sehabis masuk kelas saya diberitahu bahwa kelas saya kelas 7B. Hari berikutnya, saya masuk kelas 7B, semua siswa memperhatikan saya saat masuk kelas. Saat itu, saya bersama Thariq. Setelah duduk di kursi, Ustadzah Beta datang, dia memperkenalkan diri dan dia bertanya kepada murid “siapa yang tahu artinya Beta?”, saya menjawab “Artinya kedua US” Kemudian Ustadzah Beta menjawab heran “Kok tahu, kamu kan yang di kelas D?” “Iya Us” Jawabku. Setelah itu, saya diketawain oleh semua santri.

Naufal Irsyadillah M
Ceritanya; aku adalah seorang santri MBS Yogyakarta. Aku bangga di sini, walau saat aku sedih. Tapi tidak apa-apa, aku di sini untuk belajar mandiri, belajar, bermain dan semoga aku menjadi sukses.

M. Fadhlurrahman. H
Ceritanya: Saat ABBAS aku bersama temanku mencoba mencari tempat yang asik. Setelah itu, saya dengar dari warga ada sungai di atas bukit. Setelah itu, aku dan temanku naik ke atas sana. Dan akhirnya saya sampai di tempat itu. Di sana pemandangannya sangat indah.

Desta Saka Firsta Anggradhika
Ceritanya: Hari terakhir saat ABBAS (AMAL BAKTI SANTRI), aku, Mas Hafiz, Mas Bayu dan Ikhlas pergi bermain sampai kotor-kotoran. Kemudian saat perjalanan pulang kami melihat anjing dan kulempar kayu. Kemudian kami dikejar anjing habis-habisan sampai rumah.

Alfian Adhi Nugroho
Ceritanya; Hari pertamau di MBS aku tidak memiliki temanpun, lalu aku melihat keluar jendela dan aku hanya melihat adalah hamparan sawah-sawah hijau. Dan aku sadar kalau aku berada di tengah-tengah sawah. Aku melihat tanaman-tanaman hijau yang membuat mataku segar kembali. Dan aku mendengar kicauan burung yang sangat indah dan merdu yang membuat hatiku menjadi tentram.

Ibnu Hasbi Maulana
Ceritanya; pada malam hari, sehabis doa malam. Aku dipanggil oleh Mudabbir dan di suruh pergi ke belakang asrama. Dan aku ditanya oleh salah satu dari mereka “Apa yang kamu bicarakan di kelas, apakah kamu merasa berbicara kotor?” aku menjawab “aku berbicara tentang rahasiaku, dan aku berbicara kotor.” Mudabbirku menjawab “Mengapa kamu berbicara kotor?” Aku menjawab “Karena aku kesal oleh omongan temanku” Mudabbirku bertanya lagi “Apa hubungannya kesal sama berbicara kotor?” dengan nada keras aku menjawab “Coba akhi dipukul atau diejek mesti akhi bisa mara dan bisa berbicara apa saja” Mudabbirku menimpali “ sekarang kamu akan saya laporkan ke IPM, agar botak dan gundul!!!. Dengan nada keras, aku menjawab sambil menangis “ terserah akhi saja, aku mau diapakan” sehabis itu aku langsung tidur.

Faza ZuFar Tara
Ceritanya; Pada suatu hari saya bangun malam-malam saya kebelet kencing. Tetapi saya takut ke kamar mandi, lalu saya mikir-mikir untuk bisa buang air kecil biar tidak takut. Akhirnya saya punya ide. Lalu saya mengambil gayung itu, dengan hati hati saya kencingin gayung itu. Dengan hati-hati saya taruh agar air kencing saya tidak tumpah ke lantai.

Muhammad AFIF Arhab M.B
Ceritanya; Pertama saya masuk MBS saya merasa di sini berbeda jauh dari pada tempat saya yang berada di Kalimantan Timur. Hari pertama, kedua, ketiga saya belum mengenal siapapun baik kakak kelas maupun satu angkatan kecuali teman kamar sendiri, tetapi ketika saya udah mulai belajar di kelas saya banyak menemukan teman dan teman-teman saya dari berbagai macam pulau. Tetapi ketika itu saya masih merasa belum kerasan karena rasanya sepi tanpa keluarga. Namun saya teringat oleh tujuan atau pesan orang orang tua saya “JANGAN TERLALU MENGELUH. KARENA APABILA KITA INGIN SUKSES DI MASA DEPAN MAKA HADAPILAH BERBAGAI MACAM RINTANGAN”
Berbagai macam rintangan saya lewati mulai dari dibuli sampai sekarang. Tapi saya udah mulai kerasan untuk menuntut ilmu di sini karena sesuai dengan keinginan dan cita-cita saya. Saya ingin membanggakan orang tua dan ingin menjadi ulama untuk berdakwah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Mari kita membaca dengan hati plus mata