13 Mar 2012

Sepenggal Kesehatan 2


Kismis mampu menurunkan kadar radikal bebas (senyawa sel dan membuat tubuh lebih sulit kembali bugar) fakta ini terungkap dalam pertemuan tahun American college of nutrion. Para peneliti mempelajari delapan atlit triathlon yang berkompetensi di dua minggu terpisah. Pada satu perlombaan mereka diberi makan kismis dan diperlombaan lain tidak diberi kismis. Kismis secara signifikan jumlah kerusakan sel pada tubuh atlit akibat radikal bebas (menurut peneliti Gene Siler, Ph. D. dia menyarankan makan segenggam kismis sebelum olahraga bebas.


Anda mungkin sudah tahu bahwa sebaiknya mengonsumsi vitamin setelah makan untuk menghindari sakit perut. Tetapi pastikan bahwa makanan anda mengandung sedikit lemak, sehingga badan anda lebih mudah menyerap vitamin yang larut di lemak (menurut Elizabeth Somer, R.D. Penulis buku Age Prof Your Body).

Stress dapat mempengaruhi kemampuan tubuh untuk bertarung melawan lingkungan buruk, yang mempercepat proses penuaan (menurut dr. Harper dari Oxford Indstitute of Ageing). Saat stress tubuh akan melepaskan radikal bebas secara berlebihan. Lepasnya molekul radikal bebas ini akan merusak sel-sel tubuh yang sehat. Saat terjadi kerusakan tubuh akan berusaha memulihkan diri. Semakin sering stress tubuh akan terus menerus bekerja hingga kelelahan. Akibatnya kemampuan bekerja organ tubuh menurun dan tubuh mengalami penuaan.

Dalam the journal of perilodontology, para peneliti menemukan bahwa mengonsumsi the hijau secara rutin dapat meningkatkan kesehatan gigi dan gusi, the hijau mengandung antioksidan ‘catechin’ yang dapat meningkatkan kesehatan periodontal dan mengusir penyakit “para periodontis percaya bahwa gusi menjaga gusi sehat itu mutlak untuk dipertahankan agar tubuh sehat”.

Obesitas (kegemukan) merupakan factor risiko terjadinya hipertensi (tekanan darah tinggi) pada anak dan remaja. Kesimpulan ini diambil dari penelitian pada 1.426 anak dan dan remaja suku Bugis Makasar yang tidak mempunyai riwayat hipertensi dalam keluarga. Dari penelitian DR. Aminuddin Sp. A dan rekan dari Fakultas UNHAS dimuat dalam majalah kedokteran Indonesia. Kemungkinan anak obesitas menderita hipertensi mencapai 30,6 %...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mari kita membaca dengan hati plus mata