20 Jun 2014

Nelayan ingin Naik Haji

Oleh Musthofa L.

Ada seorang nelayan yang inin menunaikan ibadah haji. Namun keadaan ekonomi yang tidak memungkinkan dan kebutuhan keluarga yang sangat banyak serta hasil tangkapan ikan setiap hari pun hanya cukup untuk biaya makan sehari hari dan biaya sekolah. Seorang nelayan itu pun mempunyai satu anak laki-laki dan istrinya masih mengandung calon anak keduanya. Nelayan itu sangat bingung karena harus menyiapkan uang lebih untuk mempersiapkan biaya kelahiran anak keduanya. Pada suatu pagi, seorang ayah bertanya kepada aanaknya "Kamu siap tidak jika kamu punya adik??". Maka Sang anak menjawab "Siap pak, yang penting uang jajan saya tidak berkurang bila perlu lebih". Nelayan itu pun merenungi perkataan anaknya tersebut. Karena hasil yang diperoleh setiap hari sangatlah kurang untuk biaya hidup jika hasil ikannya selalu sedikit.
Siang hari,,,
Sang nelayan merenung di pinggir pantai, tiba-tiba sang anak berlari menghampiri ayahnya sambil menangis gembira kemudian sang ayah, bertanya kepada anaknya
"Mengapa kamu menangis?"
"Saya punya adik baru Yah?"
Sang nelayan pun menangis dan berteriak "ALHAMDULILLAH, TERIMA KASIH YA ALLAH ENGKAU TELAH MEMBERIKAN AKU REZEKI YANG TAK TERNILAI"
Kemudian mereka berlari menuju bidan yang tak jauh dari rumahnya. Seorang nelayan itu di karunia anak laki-laki dan dia pun bersyukur meskipun mempunyai dua anak laki-laki. Setelah itu, anak pertamanya mulai memasuki bangku sekolah dasar dan dia ingin mempunyai tas baru, sepatu baru, baju baru dan peralatan untuk belajar yang baru. Kemudian sang Ayah pun bingung karena uang yang dibuat untuk membeli peralatan sekolah anaknya yang pertama akan dipakai untuk membeli susu untuk ibunya. Tetapi anak pertamanya tidak mau mengalah. Dan ayah pun marah kepada anaknya karena kebutuhan adiknya juga sama-sama penting karena menyangkut gizi dan sang kakakpun akhirnya tidak terima karena dia merasa tidak diperhatikan kemudian menjadi pendiam. Kemudian ayahnya pun nekat menjual perahunya untuk membelikan anaknya peralatan sekolah dan untuk membeli kebutuhan adiknya. Ayahnya pun juga memutar otaknya untuk mencari modal supaya bisa mnejadi pengusaha sukses. Dia pun tidak pernah lupa atau terlambat ibadahnya karena cita-citanya. Ingin berangkat haji beserta isterinya dan kedua anaknya. Kemudian hari dia membuka usaha yaitu memproduksi ikan asin, lama kelamaan, usahanya pun semakin lancar. Dan akhrinya cita-citanya tersampaikan. Setelah pulang haji pun usahanya tidak tidak pernah mengalami penurunan. Berkat ketekunannya beribadah beribadah dan kesebarannya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Mari kita membaca dengan hati plus mata