6 Jul 2013

Hikmah Game Versi Gue

Oleh Fajar Kusuma

Sahabat pembaca yang saya hormati. Pernahkah Anda bermain sebuah game? jika ya maka Anda akan dapat merasakan apa yang sedang saya rasakan.
Pernahkah Anda merasa jengkel saat bermain game?

Pernahkah Anda merasa frustasi karenanya?
Atau mungkin Anda tidak merasakan emosi apapun saat memainkannya?

Jika bisa disharing apa saja sih menurut Anda ciri/sifat sebuah game itu?
Kalau menurut saya sih, game itu seharusnya bersifat sebagai media refreshing sehingga tidak layak jika kita bermain tetapi malah stress karenanya. Game juga bersifat sementara, yaitu jika waktunya habis atau kewajiban yang lebih penting telah menunggu maka sudah seharusnya kita meninggalkan permainan tadi dan kembali kepada pekerjaan/kewajiban kita, sehingga tidak layak jika hidup kita hanya digunakan untuk main-main belaka. Oh iya, game juga bisa direstart, bener gak? Jadi kalau kita kalah kita bisa main lagi dan sudah hafal tuh sapa aja musuhnya, lokasi jebakan, alur cerita, gaya permainan lawan dan lain-lain sehingga kita langsung bisa mengantisipasi setiap tantangan yang menghadang.

Sahabat pembaca yang saya kagumi, itulah sekelumit ciri-ciri game menurut versi saya, mohon masukan lagi nanti ya...

Terakhir dari tulisan kali ini saya hendak menyampaikan bahwa sesungguhnya kehidupan kita di dunia ini tak ubahnya seperti permainan tadi. Tuhan kita telah mengingatkan bahwa kehidupan dunia seperti permainan dan senda gurau belaka.

Jangan kita terfokus pada perhiasan dunia karena ia bersifat sementara, ada tugas yang lebih penting telah menunggu kita, tugas kemanusiaan dan ke-Tuhanan. Jangan pula kita sedih karena kegagalan di dunia, karena selayaknya game kita bisa mengulang dari awal (bangkit), mempelajari (mengevaluasi) kekuatan dan kelemahan (kesalahan) kita untuk suskses kedepannya. Hidup di dunia juga jangan dibikin ribet bin galau bin sumpek, nyantai aja bro selma kita dalam CARA BERMAIN YANG BENAR.

Gampang ya ngomong atau nulis, ngejalaninnya dengan kesadaran mulia broo... beraaat...


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mari kita membaca dengan hati plus mata