8 Jul 2013

Kegagalan Awal dari Kesuksesan

Oleh MuFe El-Bageloka

Jika kita berbicara tentang sebuah kegagalan, merupakan awal dari sebuah kesuksesan. Sedangkan kegagalan itu sendiri suatu hal yang sangat dibenci oleh kebanyakan orang. Kegagalan merupakan suatu ikhtiar yang kita lakukan diman ikhtiar itu dalam mencapai hasil finishnya tidak sesuai dengna yang kita harapkan.


Pembaca yang budiman
Allah SWT, menciptakan segala sesuatu itu berpasang-pasangan. Selain itu, dia menggilirkan hari-hari ini dengan penuh nuansa cita rasa agar hidup ini selalu berjalan dengan dinamis. Adakah diantara kalian yang siap menghadapi sebuah kegagalan. Kebanyakan orang tidak siap apabila diuji oleh Allah SWT dengan sebuah kegagalan. Namun apabila Allah mengujinya dengan kesenangan maka dia akan berkata "Tuhanku telah memuliakanku". Namun apabila dia diuji dengan kegagalan maka dia akan berkata "Tuhanku telah menghinakanku", Pembaca yang budiman pantaskah kita berkata seperti itu.
Allah SWT, sengaja menyindir kita bahwa kebanyakan orang akan gagal dan pesimis dari rahmat Allah SWT. Ketahuilah rahmat Allah SWT itu tidak sebesar daun kelor. Namun yang menjadi problemanya sekarang, BAGAIMANA CARA KITA MENGHADAPI KEGAGALAN DAN KESUKSESAN YANG TELAH TERPAMPANG DI DEPAN KITA?
Sebelum membahas tentang gagal dan sukses, terlebih dahulu kita harus membaca tulisan ini "KEGAGALAN DAN KESUKSESAN ITU IBARAT DUA SISI MATA UANG YANG SALING MELENGKAPI. INI BERARTI ORANG YANG INGIN SUKSES HARUS TAHU BAHWA ADA SAAT GAGAL ITU MENANTI" Dengan begitu mau sukses makan harus berani gagal. Kegagalan merupakan hal yang biasa. Jatuh saat melangkah adalah awal kita bisa berjalan dan berlari bahkan menjadi atlet lari seperti Usain Bolt, manusia tercepat itu.

Pembaca yang budiman,
Kegagalan itu bisa menerpa siapa saja, entah dia presiden ataupun pemulung, cuma yang perlu kita ketahui yakni bagaimana cara kita memandang dan menyikapi sebuah kegagalan itu. Menurutku ada dua cara, antara lain; Pertama, kita memandang kegagalan itu sebagai hakim dan berfikir tentang hukuman. Artinya kegagalan itu akan divonis seakan-akan ia gagal dan gagal. Ketika kamu menghadapi kegagalan layaknya seperti seorang terdakwah yang telah divonis dan harus dihukum. Kedua, kita melihat kegagalan itu sebagai seorang guru. Artinya kegagalan adalah sebuah proses kita belajar. Hidup ini ibarat sekolah dan kita sendiri peserta didiknya. Ketika kegagalan itu menerpa makan kita harus berfikir untuk berubah dan memperbaiki diri. Dengan memandang kegagalan sebagai guru, Insya Allah kesuksesan dan keberhasilan akan menunggu dan mudah diraih. Apabila kita menempu dengan sebuah kesabaran, yakinlah akan ada kesuksesan setelahnya.
Apabila kita sukses maka kita akan mendapatkan sebuah pekerjaan dengan mudah. Tapi kebanyakan dari manusia apabila gagal dia tidak mau belajar dan belajar untuk meraih mimpinya.
TETAP SEMANGAT,, YAAAA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mari kita membaca dengan hati plus mata