Oleh MuFe El-Bageloka
Jeritan suara manjamu yang tersembunyi membuat diriku terhanyut akan khayalan tentang dirimu. Suaramu adalah permata indah beagiku yang selalu kunanti saat dirimu melantunkan lafazh-lafazh Allah, terbayang dalam benakku untuk memelihara dan menjagamu, wahai Bunga Surgaku.
Bunga Surgaku, kamu harus tahu dibalik balutan dedaunan nan rindang membuat dirimu senantiasa terlindungi dari polusi dunia yang kotor ini. Bukankah sebaik-baiknya bunga adalah bunga surga, karena dirimu tumbuh besar di dalam surga.
Bunga Surgaku dalam dirimu selalu tertuang lafazh-lafazh Allah yang terpelihara dengan baik. Maka untuk itu izinkanlah aku untuk mendampingimu dalam istana-istana surga untuk melihatmu mekar bersama bibit-bibit benih darimu. Sungguh, bunga surgaku aku sangat mencintaimu.
Jeritan suara manjamu yang tersembunyi membuat diriku terhanyut akan khayalan tentang dirimu. Suaramu adalah permata indah beagiku yang selalu kunanti saat dirimu melantunkan lafazh-lafazh Allah, terbayang dalam benakku untuk memelihara dan menjagamu, wahai Bunga Surgaku.
Bunga Surgaku, kamu harus tahu dibalik balutan dedaunan nan rindang membuat dirimu senantiasa terlindungi dari polusi dunia yang kotor ini. Bukankah sebaik-baiknya bunga adalah bunga surga, karena dirimu tumbuh besar di dalam surga.
Bunga Surgaku dalam dirimu selalu tertuang lafazh-lafazh Allah yang terpelihara dengan baik. Maka untuk itu izinkanlah aku untuk mendampingimu dalam istana-istana surga untuk melihatmu mekar bersama bibit-bibit benih darimu. Sungguh, bunga surgaku aku sangat mencintaimu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mari kita membaca dengan hati plus mata