18 Apr 2014

Istilah-Istilah Hadist

Hadist: Perkataan, perbuatan, taqrir (persetujuan) dan penyisafatan yang dinisbahkan kepada Rasulullah SAW.
Sanad: Mata rantai periwayatan hadist dari satu perawi ke perawi selanjutnya
Matan: Kandungan hadist


1.    Pembagian Hadist secara Umum Berdasarkan Jalur Periwayatannya
*Mutawatir: Hadist yang diriwayatkan oleh sejumlah orang dari generasi ke generasi, secara logika tidak mungkin mereka semua bersepakata untuk berdusta dalam meriwayatkan hadist tersebut.
*Hadist Ahad: Hadist yang belum mencapai derajat hadist mutawatir, yang diriwayatkan oleh beberapa rawi saja (tiga atau satu)
_Pembagian Hadist Ahad berdasarkan Jalur Periwayatannya
•    Hadist masyhur: hadist yang diriwayatkan tiga perawi pada tiap tingkatan sanadnya tetapi belum mencapai derajat hadist mutawatir
•    Hadist aziz; hadist yang diriwayatkan tidak kurang dari dua perawi pada setiap tingkatan sanadnya
•    Hadist gharib; hadist yang diriwayatkan hanya oleh seorang perawi saja.

_Pembagian Hadist Berdasarkan Kualitasnya
•    Hadist shahih; hadist yang sanadnya tersambung hingga Rasulullah SAW; setiap perawinya adalah orang muslim yang taat, tidak fasik, baligh, berakal dan selalu muru’ah (menjaga kehormatan diri), hafalannya kuat, terpecaya (tsiqah) dan tidak mengandung aib.
•    Hadist hasan; hadist yang tingkatannya di bawah hadist shahih; tetapi hafalannya tidak terlalu kuat.
•    Hadist Dhaif; hadist lemah karena sanadnya terputus dan perawinya bermasalah.

_Pembagian Hadist yang Sanadnya Terputus
•    Hadist mu’allaq; hadist yang perawi pada bagian awal sanadnya tidak disebutkan
•    Hadist mursal; hadist yang perawi pada bagian akhir sanadnya (yaitu, tingkatan tabi’in) tidak disebutkan
•    Hadist mu’dhal; hadist yang dua orang perawinya secara berurutan tidak disebutkan
•    Hadist munqathi; hadist yang sanadnya terputtus, baik di bagian awal, tengah atau akhir sanad.
•    Hadist mudallas; hadist yang sanadnya memiliki aib, tetapi kemudian ditutupi sehingga aibnya itu tidak terlihat.
•    Hadist mursal khafi: hadist yang diriwayatkan seorang perawi dari perawi yang lain (yang pernah ditemuinya (sezaman) tetapi belum pernah mendengar langsung darinya) dengan lafazh yang menggambarkan seolah-olah dia pernah mendengar langsung darinya.
•    Hadist mu’an’an: hadist yang di dalam sanadnya disebutkan, ‘fulan ‘an fulan (fulan dari fulan dst)
•    Hadist mu’annan; hadist yang di dalam sanadnya disebutkan ‘haddatsana fulan anna fulan qala... (fulan menyampaikan kepada kami bahwa fulan berkata....)

_Pembagian Hadist yang Perawinya Bermasalah
•    Hadist maudhu’: hadist yang dinisbahkan kepada Rasulullah SAW
•    Hadist matruk: hadist yang di dalam sanadnya terdapat seorang perawi yang dicurigai sebagai pendusta
•    Hadist munkar: hadist yang diriwayatkan perawi yang banyak kesalahannya dan sering lupa dalam meriwayatkan hadist atau kefasikannya terlihat.
•    Hadist mu’allal: hadist yang secara lahir terlihat shahih tetapi setelah diteliti ternyata mengandung illah (aib yang tersembunyi)
•    Hadist mudraj: hadist yang sanad atau matannya ditambah-tambah oleh perawi
•    Hadist maqlub: hadist yang sanadnya atau matannya terbalik
•    Hadist mudhtharib: hadist-hadist yang derajatnya sama tetapi satu sama lain berbeda, baik sanad maupun matan.
•    Hadist mushahhaf: hadist yang di dalam matan atau sanadnya terdapat kesalahan penulisan.
_Pembagian Hadist Berdasarkan Penisbahannya
•    Hadist Qudsi: periwayatan yang dinisbahkan Rasulullah SAW kepada Allah
•    Hadist Marfu’: periwayatan yang dinisbahkan kepada  Rasulullah SAW
•    Hadist Mauquf: periwayatan yang dinisbahkan kepada sahabat Nabi SAW
•    Hadist Maqthu’: periwayatan yang dinisbahkan kepada tabiin atau generasi sesudahnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Mari kita membaca dengan hati plus mata