18 Apr 2014

Karyaku adalah Hidupku



Oleh MuFe El-Bageloka[1]



Terdiam, terpana, terbata
Tak bisa berkata apa-apa
Tak bisa bersuara, bisu!!!
Tak bisa bergerak, lumpuh!!!
Semuanya hilang ditelan arus kehidupan


Kini diriku hanya melongo
Mengenang pengalaman pahit selama hidup
Semuanya, tak terkecuali
Andaikan aku bisa mengulang masa-masa itu
Aku tak mau ada salah ataupun dosa
Semuanya, akan kuretas hingga tuntas
Tanpa batas
Dan kini, kenangan itu kulepas
Tak tersisa walaupun sebesar biji dzarrah
Saat ini aku cuma ingin menulis
Menulis semua seluran kehidupanku
Bersama dengan nada-nada indah, sedih, cinta maupun duka
Yang akan selalu kukenang sepanjang masa

Saksikanlah, wahai sekalian alam
Aku ingin berkarya di alam nyata
Entah abstrak ataupun kongkrit
Tertuang dalam tulisan dan lisan
Terealisasi mencapai tujuan
Karena hidup tanpa tujuan sama dengan hampa
Ibarat perahu sendirian tak tahu kemana

Bila daerah tak bertuan
Kuncup bunga merana
Bila anda tak punya tujuan
Hidup hampa tak tahu kemana

Kuhidup dalam sebuah desa
Matiku meninggalkan nisan
Kuhidup dalam sebuah karya
Matiku meninggalkan tulisan

Malang, 18 April 2014
15. 44 WIB
Di Masjid Al-Maun
Ttd
Prof. Dr. M. Feri Firmansyah M.PdI


[1] Nama Pena dari M. Feri Firmansyah S.PdI, sang pemimpi menjadi Prof. Dr. M. Feri Firmansyah M.PdI & King of Novelis (Sastrawan)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Mari kita membaca dengan hati plus mata