19 Apr 2014

Pengakuan Ahok; Pantaskah Memilih Jokowi menjadi Presiden?

SEKEDAR SHARE INFO DARI SESEORANG !!


Banyak kepala sekolah diganti non muslim oleh Ahok Mohon di share dan memperbanyak do'a menyelamatkan sekolah SMA/K di Jakarta, Ibu Kota Negara Muslim Terbesar Se-dunia…
Hari ini banyak sekolah yang ROHISnya aktif dipimpin oleh Kepala Sekolah yang non Islam, Termasuk SMA saya (SMA 94). Dan barusan dapat info lagi di satu sekolah sudah dipimpin oleh non Islam lagi…Dan ternyata yang mengeluarkan SK nya adalah WAGUB Jakarta.Apalagikalau sudah jadi Gubernur ?
Setelah beberapa masjid di gusur dan dirubuhkan, Syiar malam takbir dilarang, Pengajian di kelurahan dihapus, Dana sosial mengalir ke gereja, sekarang yang memimpin tempat adik-adik dan anak-anak kita bersekolah adalah non Islam… Masya Allah…

Entah apa lagi yang akan dilakukannya besok.
Apalagi kalau jokowi lolos jadi presiden, Otomatis Ahok akan jadi Gubernur…
Ini bukan masalah SARA…
Tapi ini masalah Aqidah dan itu lebih berharga dari apapun… Kalau kita sudah tidak peduli lagi, Lalu siapa lagi…???
Buka pikiran, Buka mata, Buka hati…
Bukan lagi saatnya acuh, Menutup mata, Atau bahkan menutup hati akan semua peristiwa yang ada… “Ibu-ibu saya mohon doanya beberapa waktu kedepan almamater sekolah saya SMK 8 (Jakarta) akan dipimpin oleh Kepsek non Islam, Dimana Kepsek tersebut ditunjuk langsung oleh Wagub Jakarta, SK nya sudah turun tinggal eksekusi saja, dan beberapa guru-guru yang Pro-rohis dipindah tugaskan menjadi kepsek di sekolah lain.
Saat ini saya dan teman yang
tergabung dalam Forum Alumni dimana sedang membuka dialog dengan pihak sekolah, guru-guru kami menyatakan bahwa perubahan atas keputusan pergantian yang dadakan oleh Ahok itu tidak bisa dibantah dan terbantahkan.
Dan jika ada yang berurusan dengan Ahok akan diturunkan jabatannya.
Ya Allah lindungi kami dari fitnah orang-orang kafir. bantu doanya di sela-sela sholat tahajud agar dakwah sekolah bisa tegak dan kokoh kembali.
(Mohon bantuan do’anya atas kedzaliman ini atas saudara muslim kita (Jokowi) dan Pimpinan (Ahok) yang makin lupa diri itu dibalas oleh Allah. Aamiin…
*Identitas pengaku tidak disebutkan demi keamanan, Yang Masih BELUM PERCAYA, Silahkan cek di lapangan (TABAYUN) karena nama Sekolah sudah di sebutkan,
Satu lagi yg sangat nyata,, baru2 ini Ahok membuat wacana untuk siswa di Dki masuknya jam 9 pagi,, alasannx menghindari kemacetan. Tapi JK & sayapun dapat menyimpulkan bahwa si Ahok ingin anak2 malas bangun subuh yg mana siswa2 kebanyakan muslim padahal sholat subuh itu banyak faedahnya.
& di minang/padang ada ulama yg pernah berbincang dengan orang china padang (non islam) : org china padang akan meninggalkan padang jika diwaktu subuh masjid2 di kota padang penuh seperti sholat jum’at.
Orang non muslim sudah lama tau akan kelemahan kita & terus menerus membuat kita lemah serta terus dijajah / diperbudaknya krna itu caranya yg pertama menjauhkan kita dari agama kita sendiri.
Saatnya kita bangkit,, pilihlah pemimpin yg berjiwa islam bukan hanya beragama islam seperti jokowi dll yg mereka berhubungan baik/akrab/berserikat dgn non muslim.
bukan saja jokowi/ahok,, tetapi siapa saja calon pemimpin yg mereka berserikat & berhubungan baik dgn non islam jangan pilih mereka.
Pilihlah pemimpin yg takut akan Allah & berjiwa islam serta amanah.
Mohon Bantu Sebarkan saudara fillah…!!!

Sumber : Sahabat QALBU Cahaya Jiwa

__________
Bantu da'wah kami dengan cara LIKE dan Share FP ini, semoga Menjadi tambahan amal baik antum
butuh info seputar muallaf, mu'jizat islam, aliran sesat, anti pemurtadan? kunjungi www.baitulmaqdis.com

Kunjungi situs ini
http://radennuh.org/2014/02/07/siapa-sesungguhnya-handoko-joko-widodo-jokowi/
http://radennuh.org/2014/04/11/daftar-cukong-jokowi-sang-capres-boneka/
http://progoharbowo.wordpress.com/2014/04/10/jokowi-pencitraan-semata-boneka-plin-plan-antek-asing-koruptor-walau-menang-nanti-pemilihnya-akan-kecewa/
http://baitul-maqdis.com/makin-brutal-dari-masjid-umat-diangkut-ke-gereja-dipaksa-kebaktian/
www.baitulmaqdis.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mari kita membaca dengan hati plus mata