29 Mei 2014

ANTARA SAPARDI DENGAN RENDRA

NAMA    : MOH. ANIS
NIM        : 09340119

“Dingin benar malam ini” karya Sapardi  Joko Damono dan “sajak burung-burung kondor” karya WS. Rendra  dua karya pusi yang diciptakan oleh masing-masing penyair yang tidak asing lagi di telinga kita.  Kedua puisi ini ditulis pada tahun yang berbeda antara tahun 1961 dan 1973.

 Meski berbeda judul dan  tahun ditulisnya bahkan penulisnya. Ada sisi persamaan yang terdapat pada kedua karya ini, kesamaan itu  merupakan sebuah gambaran yang terjadi pada tahun ditulisnya karya puisi ini, mungkin sang penulis juga merasakan bagaimana kondisi yang terjadi pada saat itu. Kedua puisi ini sama-sama menggambarkan penderitaan rakyat indonesia pada masa itu kala penguasa mengambil hak- hak yang harus diterima oleh rakyat. Meski dengan bersusah payah namun dia tetap menderita.
Pada kesempatan ini penulis ingin membandingkan kedua karya puisi ini dari segi penulisnya, disini akan mengungkap dengan cara apa penulis menulis karya puisi ini. Sebelumnya penulis telah menemukan perbedaan masing-masing pengarah dalam pen ulisan karya puisi ini. Salah satunya adalah sadut pandang yang digunakan oleh masing-masing penulis.
Sapardi Joko Damono dengan karyanya “dingin benar malam ini” menulis karya ini dengan cara lebih melibatkan diri dalam penciptaan karya ini. Hal itu bisa kita lihat penggunaan point of view atau sudut pandangnya menggunakan kata kami. Sebagai contoh pada bait pertama baris pertama ” kami sudah merasa letih malam ini”. penulis pada karya ini, seakan-akan terlibat bahkan benar-benar merasakan penderitaan yang dirasakan oleh masyarakat pada umumnya.
Berbeda dengan WS. Rendra dalam karyanya “sajak burung-burung kondor”. WS. Rendra sebagai penulis karya  puisi ini lebih mengutamakan aspek pengamatan ia sendiri. Hampir di semua bait keseluruhan merupakan ungkapan yang berdasar pada pengamatannya. Pengamatan yang dilakukan pada masa itu. Selain itu penulis juga labih menekankan pada penggunaan simbol-simbol.
Itu beberapa ulasan tentang cara penulis mengungkapkan apa yang mereka rasakan yang diwujudkan dalam sebuah karya puisi. Kedua penulis bisa mengungkapkan rasa keprihatinannya dengan cara menulis puisi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Mari kita membaca dengan hati plus mata