6 Mei 2014

BENARKAH MASYARAKAT KITA APA MEMANG SEDANG SAKIT ????

Sebuah renungan berharga dari Pak Sangadji EM

Hari ini kita mendengar berita bahwa terjadi proses manipulasi secara sengaja dan terstruktur untuk penggelembungan suara pada calon tertentu untuk menjadi anggota legislatif melalui pemilu 2014


Hari ini kita menyaksikan orang memilih seseorang untuk menjadi anggota DPR karena pertimbangan uang bukan pertimbangan Idealisme, kapabilitas dan profesionbalisme

Hari ini kita mendengar beberapa anak-anak TK di sebuah sekolah Internasional dijakarta mengalami kekerasan Seksual

Hari ini kita mendengar ada anak sd, dipukul kakak kelasnya sampai meninggal dunia hanya gara-gara dia menyenggol minumannya dan tumpah

Hari ini kita melihat banyak berita dari anak-anak sekolah yang mengikuti ujian nasional bahwa banyak kunci jawaban soal unas sudah diperjualbelikan dan tingkat kebenarannya mencapai 90 %

Hari ini kita mendengar ada guru yang meniduri siswinya dengan anacaman kalau tidak menuruti maka nilainya akan diturunkan bahkan tidak dinaikkan kelas

Hari ini kita melihat orang tidak pernah malu lagi untuk melakukan korupsi, bahkan ketika di shoting kamera dia tidak pernah merasa malu malah ketawa ketawa

Hari ini kita melihat banyak pengusaha untuk memenangkan tender proyek maka dia harus menyogok kesana kemari, dia lupa bahwa pendapatan perusahaannya akan dimakan anak dan isterinya dan juga anak dan isteri para karyawannya, Agama dengan sangat tegas menyatakan mereka yang menyogok dan disogok sama-sama akan masuk neraka

Hari ini kita melihat ketika orang mau masuk menjadi, pegawai Negeri, tentara, Polisi konon kabarnya harus menyogok, berita ini seperti bau kentut, barangnya tidak kelihatan tapi baunya terasa

Hari ini kita melihat banyak isteri-isteri atau anak-anak yang melanjutkan suaminya menjadi kepala daerah karena kekuatan uang dan nepotisme, walaupun secara etika mestinya tidak elok

Apakah Benar Masyarakat Kita Sedang sakit

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Mari kita membaca dengan hati plus mata