24 Mei 2014

Al-Quran dan Ilmu Pengetahuan

Oleh MuFe El-Bageloka

Nutrisi yang dibutuhkan oleh manusia adalah Qalbun Salim (Jiwa yang bersih) ini tertera dalam al-Quran “Dialah yang mengutus seorang Rasul kepada kaum yang buta huruf dari kalangan mereka sendiri, yakni yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, menyecuikan jiwa mereka dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan Hikmah (Sunnah), meskipun sebelumnya, mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata (QS. 62: 2).

Subtansi ayat di atas pembacaan ayat-ayat al-Quran dan pendalaman makna-makna (ilmu pengetahuan) dan hukum-hukumnya dan reformasi jiwa, serta pengajaran Ilmu pengetahuan yang terdiri dari wawasan Islam, Ilmu eksakta, sosial, budaya, pendidikan yang berlandaskan al-Quran dan Sunnah.
Menurut penulis terdapat empat macam displin ilmu yakni displin ilmu kewahyuan (ilmu syariat Islam), ilmu kealaman (eksakta, sains alam) dan ilmu sosial (budaya, adat istiadat, moral dan lain sebagainya) dan ilmu bahasa (verbal maupun nonverbal). Semua kategori ilmu itu memiliki tujuan yang sama yakni mendekatkan diri kepada Allah jika kita mau merenunginya. Sebagai contoh kita mau pergi haji ke Arab, sekarang semakin mudah dengan adanya pesawat terbang dan masih banyak lagi.
Salah satu yang menjadi sorotan yakni sebelum Islam datang masyarakat Arab adalah suku yang akhlaknya paling bejat, yakni identik dengan pelacuran, perzinahan, pembunuhan dan kesyirikan yang merajalela. Berarti di sini datangnya Islam berimplikasi pada kemajuan bangsa Arab dari segi akhlak dan wawasan mereka tentang cara berinteraksi dalam kehidupan sosial.
Tablet supaya pintar dan beriman, maka tugas kita (mahluk yang berakal), antara lain;
a.    Membaca ayatullah
b.    Membersihkan jiwa manusia; dimasukkan tauhid keimanan
c.    Mengajarkan al-Quran dan Sunnah Rasulullah SAW
Semenjak al-Quran diturunkan belum ada satupun teori dari para ilmuan yang membongkar untuk mengajak manusia berubah menjadi lebih baik, selain dalam nilai-nilai al-Quran dan Sunnah. Ayat ini, tidak ada dikotomi ilmu agama dan ilmu pengetahuan karena kehendak Allah setiap ilmu saling sains/pengetahuan adalah kenal dan cinta dengan Allah, dan berakhlakul karimah.
Cinta pada Allah adalah mutlak, implikasinya gemar melakukan amal shaleh, 2 pahala untuk peserta didik;
a.    Menuntut ilmu
b.    Mengamalkan ilmu pengetahuan
Jika ingin bertemu dengan Allah SWT;
a.    Mengerjakan amal shaleh
b.    Jangan menyekutukan Allah SWT
Seorang mukmin harus mengdaki gunung spiritual yang tinggi, maka kita akan mendapatkan kecuali nikmat Allah yakni ketenangan batin. Bani Adam itu berada di tengah-tengah yakni antara Malaikat dan Syaitan cuma sekarang tergantung dari manusia itu sendiri dalam menjalani hidup ini, kemudian Allah melengkapi kita dengan ilmu pengetahuan dan akal. Dalam al-Quran yang dibahas;
a.    Langit
b.    Bumi
c.    Malam dan siang
Contohnya terdapat dalam surat Al-Anbiyah ayat 30 “Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwa langit dan bumi keduanya dahulu menyatu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya; dan Kami jadikan segala sesuatu yang hidup berasal dari AIR; mengapa mereka tidak beriman”
Kesimpulannya; apabila kita mau memikirkan ayat-ayat Allah baik secara tekstual (terdapat dalam al-Quran dan Hadist) maupun kontekstual (sunnatullah, gejala alam), maka hati kita akan tenang, saraf-saraf kita kendur karena akal kita diciptakan untuk memikirkan ayat-ayat-Nya.

Biografi Penulis
Nama: M. Feri Firmansyah S. PdI
Nama Pena: MuFe El-Bageloka
Pekerjaan: Trainer P2KK (Program Pembentukan Kepribadian dan Kepimpinan) Universitas Muhammadiyah Malang
Email: feri.firmansyah60@yahoo.com
Nomor HP; 0878-6399-5848
Situs; www.ferigramesa.blogspot.com
Motto: Jujur adalah Modal Utama (JAMU) & Hidupku adalah Karyaku
Cita-cita; Prof. Dr. M. Feri Firmansyah M.PdI & King of Novelis (Sastrawan)

Adapun informasi yang lainnya silahkan hubungi saya
Ttd

M. Feri Firmansyah S.PdI

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Mari kita membaca dengan hati plus mata