29 Mei 2014

(MUJAHADAH)

Disusun oleh:
MOH. ANIS (09340119)
UMI MAHLIGAI WIDODO (09340    )

Setiap insan pasti mempunyai sebuah tujuan untuk mencapai kesuksesan, baik kesuksesan di dunia dan akhirat. Namun, barometer untuk mencapai kesuksesan itu semua tergantung pada individu masing-masing, apakah dia sungguh-sungguh ataukah setengah-setengah untuk memperoleh hali itu?

Di dalam Islam telah dianjurkan untuk mencapai kesuksesan dengan sempurna  kuncinya adalah sungguh-sungguh dalam melakukan sesuatu agar memperoleh ridha dari Allah SWT. Sebagaimana yang difirmankan Allah dalam al-Qur’an:
“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar- benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik” ( QS, Al-Ankabuut:69).
Berdasarkan potongan ayat di atas tidak ada alasan lagi bahwa kita harus bermalas-malasan dalam melakukan sesuatu demi memperoleh keridhaan Allah SWT. Kerja keras atau sungguh-sungguh harus benar-benar kita terapakan dalam kehidupan sehari-hari demi memperoleh keridhaan Allah SWT.
Dalam hal ini, Islam membahasnya dalam bab mujahadah. Mujahadah membahas dengan sangat rinci mengenai kesungguh-sungguhan dalam melakukan sesuatu yang titik akhirnya adalah mencapai ridha Allah SWT.
Mujahadah merupakan sebuah istilah yang terbentuk dari asal kata jihad, artinya berjuang dengan sungguh-sungguh menurut syariat Islam. Istilah lain yang juga berasal dari kata Jihad, yakni Mujahidin. Mujahidin adalah istilah bagi pejuang (Muslim) yang turut dalam suatu peperangan atau terlibat dalam suatu pergolakan. Dasar dari arti kata jihad adalah "berjuang" atau "berusaha dengan keras" atau "perang", namun bukan harus berarti "perang" dalam makna "fisik". jika sekarang jihad lebih sering diartikan sebagai "perjuangan untuk agama", itu tidak harus berarti perjuangan fisik. jika meng-arti-kan jihad hanya sebagai peperangan fisik dan extern, untuk membela agama, akan sangat ber-bahaya, sebab akan mudah di-manfaat-kan dan rentan terhadap fitnah. jika meng-artikan Jihad sebagai "perjuangan membela agama", maka lebih tepat bahwa ber-Jihad adalah : "perjuangan menegakkan syariat Islam."

Secara harfiah, kata jihad berarti letih, sukar dan sungguh-sungguh. Sedangkan secara etimologis, jihad berasal dari akar kata bahasa arab (Jahada-Yujahidu-Jihaadan), yang berarti mengerahkan segenap potensi dengan ucapan dan tindakan. Diantara pecahan kata dari kata jihad adalah mujahadah (optimalisasi amal halih), jahdun (kerja keras) dan juhdun (usaha). Dengan demikian, jihad yang dimaksud adalah kesungguhan hati untuk mengerahkan segala kekuatan dan kemampuan untuk menerapkan nilai-nilai dan ajaran Islam di dalam kehidupan. Dalam konteks tersebut, beribadah yang dijalankan dengan tulus dan penuh kesungguhan, serta berinteraksi dengan sesama manusia yang dijalani dengan penuh kejujuran dan keikhlasan merupakan perilaku “jihad”.
Pengertian mujahadah  menurut arti bahasa syar’i, dan istilah ahli hakikat sebagaimana dimuat dalam kitab Jami’ul Ushul Fil-Auliya hal. 221 :
“Arti mujahadah menurut bahasa adalah perang, menurut aturan syara’ adalah perang melawan musuh-musuh Allah, dan menurut istilah ahli hakikat adalah memerangi nafsu amarah bis-suu’, dan memberi beban kepadanya untuk melakukan sesuatu yang berat baginya yang sesuai dengan aturan syara’ (agama). Sebagian Ulama mengatakan : "Mujahadah  adalah tidak menuruti kehendak nafsu”, dan ada lagi yang mengatakan: “Mujahadah adalah menahan nafsu dari kesenangannya”.
Di dalam Wahidyah, yang dimaksud "Mujahadah" adalah bersungguh-sungguh memerangi dan menundukkan hawa nafsu (nafsu ammarah bis-suu') untuk diarahkan kepada kesadaran "FAFIRRUU ILALLOOH WAROSUULIHI".
Hadist Nabi SAW. :
"Orang yang berjihad (bermujahadah) adalah orang yang memerangi nafsunya dalam (pendekatan dirinya kepada) Allah", (HR. At-Tirmidzi, At-Thabrani, Ibnu Hibban dan Al-Hakim, dari Fadlolah bin 'Ubaid).
Syekh Imam Al-Ghozali Berkata :
‘‘Mujahadah adalah kunci hidayah tidak ada kunci untuk memperoleh hidayah selain Mujahadah”
Faedah Mujahadah antara lain :
•  Menjernikan hati dan marifat Billah ( sadar kepada Alloh )
•  Memperoleh hidayah Taufiq Allah SWT, Syafaat Tarbiyah Rosululloh SAW, Barokah Ghoutsu Hadzaz Zaman R.A
•  Mendidik menjadi orang yang sholeh / Sholihah, yang senantisa mendoakan kedua orang tuanya / leluhurnya.
•  Keamanan, ketentraman , kedamaian kesejahteraan, dan keberkahan hidup.
Berdasarkan beberapa uaraian di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa kaitannya Mujahadah dengan kecintaan kita pada diri kita sendiri adalah kita harus berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mencari bekal kita kelak di akhirat. Hal itu semua akan menyalamatkan diri kita sendiri ketika berada di akhirat nanti. Jika kita besungguh-sungguh dengan kerja keras untuk mmperoleh ridha Allah SWT, dengan otomatis kebahagiaan di dunia dan akhirat akan kita peroleh. Sayangi diri kita dengan selalu berjihad dengan menjadi mujahidin yang selalu mengharap ridha Allah SWT.



 



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Mari kita membaca dengan hati plus mata